Pada dasarnya masyarakat ingin mengembangkan kehidupan yang sejahtera dimana terpenuhi kebutuhan fisik, ekonomi, dan sosial budaya dengan baik.
Kota diharapkan dapat menyediakan prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan fisik seperti shelter yang layak dan harmonis / jalan dan transportasi / sanitasi, lingkungan yang asri, sehat tanpa polusi / terhindar bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, gempabumi dll
Kota diharapkan mengembangkan sistem ekonomi yang adil dimana masyarakat mempunyai kesempatan kerja dan penghasilan yang layak, dimana sumber daya dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, dimana sistem ekstraksi,pengolahan,industri, jasa dan perdagangan, perbankan, asuransi dll berkembang dengan baik dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
Kota diharapkan memungkinkan berkembangnya kehidupan sosial budaya yang dinamis, semarak, dan berkelanjutan, dimana masyarakat mengembangkan interaksi yang rukun dan santun, bebas konflik, bebas kriminalitas, bebas tekanan dan kekerasan / dimana sistem hukum dan perlindungan masyarakat berkembang dengann efektif / dimana masyarakat dapat mengembangkan kehidupan yang berkualitas, yang peka terhadap nilai luhur kemanusiaan yang beradab / dimana dengan sadar dikembangkan kemampuan ekspresi dan apresiasi budaya diseluruh lapisan masyarakat / dimana berbagai perkembangan dan perubahan dalam dinamika kehidupan masyarakat dapat berlangsung dengan mulus tanpa gejolak dan gegar budaya.
Ketiga pemenuhan kebutuhan tersebut harus berjalan seimbang dan serasi. Seimbang dalam alokasi sumberdaya yang adil. Serasi dalam keterkaitan dampak dan proses serta koordinasi lintas sektor yang efektif.
Saat ini ketiga pemenuhan kebutuhan itu tidak seimbang alokasi sumber dayanya dan sangat terkotak-kotak dimana bidang satu-dua-tiga tidak banyak berkomunikasi dan bersinergi
Bidang fisik biasanya sangat fokus kepada aspek fisik dan engineering. Ada beberapa perhatian bidang fisik pada capaian bidang ekonomi, tetapi sedikit sekali bidang fisik memasukkan pertimbangan dan capaian bidang sosial budaya.
Bidang ekonomi sering mengabaikan dampak fisik lingkungan dan sering lupa pada potensi dan dampak budaya. Bidang budaya sering asyik dengan budayanya dan melupakan dukungan fisik dan ekonomi yang harus dirangkulnya.
Apakah tata ruang dan perkembangan kota kita sudah mengintegrasikan perkembangan ekonomi dan sosial budaya dalam perencanaan dan pembangunannya? Kelayakan dan dampak ekonomi biasanya sudah masuk dalam perhitungannya, meskipun kadang-kadang dilupakan juga. Keterkaitan kebijakan fisik dan ekonomi dalam arti luas tampaknya belum banyak tergarap.
Aspek budaya kadang-kadang disebut dalam perencanaan fisik tata ruang tetapi masuknya secara konkrit dalam tujuan, kriteria, mekanisme,dan proses penataan ruang tampaknya belum terjadi. Mungkinkah kita bersama-sama mencoba memikirkan pengembangan “Kota Berwawasan Budaya”? Mungkinkah kita secara konkrit membawa Budaya masuk kedalam sistem penataan ruang kita?
Mudah-mudahan ini tidak dilihat sebagai keinginan intervensi dan campur tangan Budaya untuk sekedar ikutan masuk dalam ranah planning. Kita harus menyadari bahwa manusia dan budayanya merupakan kekuatan dasar yang mendukung berbagai bidang pembangunan. Disini kita berbicara mengenai budaya yang mencakup totalitas rasa, cipta, karsa dan karya manusia.
Kita harus menyadari bahwa meskipun tersedia sumber daya alam dan potensi ekonomi yang melimpah, itu semua tidak berarti jika kita tidak mempunyai sumberdaya manusia yang berkualitas.Manusia yang berkualitas tidak hanya berpendidikan tetapi juga peka dan bijak didalam sistem budaya yang harmonis. Totalitas budaya masyarakat akan sangat menentukan.
Bagaimana gambaran kota yang berwawasan budaya?
Kota yang berwawasan budaya:
- memperhatikan karakter budaya masyarakatnya sebagai dasar penataan ruang dan perencanaan prasarana dan sarana kota;
- melestarikan aset sejarah dan budaya kota itu serta menampilkannya dengan baik, terintegrasi dengan kehidupan nyata masyarakatnya;
- menghormati keragaman budaya dan menampilkannya dengan harmonis dalam ruang kota;
- menyediakan ruang yang luas bagi kehidupan budaya, yang memungkinkan perkembangan kehidupan budaya yang dinamis dan semarak;
- mencegah perkembangan fisik dan ekonomi yang berdampak negatif pada budaya masyarakat;
- selalu aktif berupaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang adil dan beradab dalam suasana yang harmonis;
- memberi kemudahan bagi kelompok marginal dan handicapped agar dapat mengembangkan kehidupan yang layak bersama warga masyarakat lainnya;
- mengembangkan integrasi dan menghidari segregasi/eksklusivitas diantara kelompok-kelompok masyarakat.
Butir-butir tersebut dapat dijelaskan dan diuraikan lebih lanjut disertai kaitannya kedepan dan kebelakang.. Dapat diamati beberapa kota yang sudah mencoba menerapkan beberapa dari butir-butir tersebut. Dapat diamati faktor-faktor yang melatarbelakangi sukses atau kegagalan disana.. Dapat diamati seberapa jauh butir-butir tersebut dilahat oleh masyarakat sebagai prioritas.
Diusulkan untuk menggarap suatu action reserach di satu atau dua kota kecil dimana bersama warga dicoba menganalisis, merencanakan, dan menerapkan beberapa opsi menuju tercapainya harapan tersebut diatas. Kegiatan ini akan menyertakan ahli-ahli perencanaan fisik, ekonomi, dan sosial budaya. Temuan-temuan disini akan menjadi masukan yang sangat bermanfaat untuk memperjelas kerangka yang lebih besar.
Kegiatan ini sekaligus merupakan upaya menerobos tembok-tembok sektoral yang sekarang begitu kokoh menghalangi kerjasama dan kerja bersama. Pengalaman menunjukkan bahwa upaya menerobos tembok-tembok ini lebih mudah dilakuka melalui kerja bersama di lapangan dibandingkan dengan upaya formal pembahasan dalam rapat kedinasan yang kaku.
Sangat dianjurkan untuk melakukan kajian terapan ini dalam waktu dekat agar kita dapat maju pada langkah-langkah berikutnya dengan lebih jelas.
Biasanya ada jarak yang terlalu panjang, sampai bertahun-tahun, antara ide dan penetapan kebjakan, serta antara saat penetapan kebjakan dengan waktu pelaksanaannya secara nyata di lapangan.

