Friday, June 05th, 2009 | Author: suhadi

Saya pernah tanya pada mbak Lana, dapatkah suatu ketika nanti dalam seminar internasional delegasi Indonesia membawakan angin baru yang segar yang jarang dibahas para pakar dunia? Disamping membahas sustainable city terkait dengan isu sanitasi, pencemaran udara, kurangnya ruang terbuka hijau, permukiman kumuh, kemiskinan, kemacetan lalulintas dsb, dapatkah membahasnya dalam perspektif yang lebih lengkap?

Seharusnya sustainable city mencakup: physical/environmen tal sustainability, economic sustainability, dan social & cultural sustainability. Upaya menuju keberlanjutan fisik dan lingkungan dalam perkembangan kota sudah sangat banyak dibahas. Upaya menjaga perkembangan ekonomi yang berkelanjutan juga sering dibahas. Bahasan tentang keberlanjutan sosial budaya hampir tak pernah tersentuh.
Dapatkah Indonesia tampil menyuarakan konsep segar yang mengintegrasikan ketiga sustainability tadi dalam penataan ruangnya secara nyata. tidak hanya sebagai slogan politis yang manis, tetapi betul-betul diterjemahkan dalam kebijakan dan program pembangunannya? Memang perhatian pada pembangunan berwawasan lingkungan, ekonomi yang berkelanjutan, dan peningkatan kualitas kehidupan sering disebut-sebut dalam berbagai dokumen, tetapi perwujudan dan integrasinya secara mendasar belum terwujud
Apakah dalam ruang-ruang kehidupan kita sudah diwujudkan upaya menuju keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan keberlanjutan sosial budaya secara nyata? Apakah cita-cita luhur itu sudah diterjemahkan dalam penataan ruang kita dengan baik?
suhadi, posting di referensi@yahoogroups.com 5 juni 2009
Tags: ,
Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply